Selasa, 28 Juni 2016

Kho Ping Hoo - BKS#13 - Suling Naga

Kho Ping Hoo - BKS#13 - Suling Naga
 Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1Suling Naga

Seri : Bu Kek Siansu #13

Karya : Asmaraman S Kho Ping Hoo

Penilaian, dalam bentuk apapun juga, tentu dipengaruhi suka dan tidak suka dari si penilai. Dan perasaan suka atau tidak suka ini timbul dari perhitungan rugi untung. Kalau si pe­nilai merasa dirugikan, lahir maupun batin, oleh yang dinilainya, maka perasaan tidak suka karena dirugikan ini yang akan menentukan penilaiannya, tentu saja hasil penilaian itu adalah buruk. Sebaliknya, kalau merasa diuntungkan lahir maupun batin, timbul perasaan suka dan hasil penilainnya tentu baik. Penilaian menimbulkan dua sifat atau keadaan yang berlawanan, yaitu baik atau buruk. Tentu saja baik atau buruk itu bukan sifat aseli yang dinilai, melainkan timbul karena keadaan hati si penilai sendiri.

Agaknya belum pemah ada kaisar atau orang biasa siapapun juga yang dinilai baik oleh orang seluruh dunia. Kaisar Kian Liong, seperti dapat dilihat dalam catatan sejarah, adalah seorang kaisar yang terkenal berhasil dalam memajukan kebesaran pemerintahannya. Namun, diapun menjadi bahan penilaian rakyat dan karena itu, tentu saja diapun memperoleh pendukung dan juga memperoleh penentang. Seperti dalam pemerintahan kaisar-kaisar terdahulu, dalam pemerintahan Kian
... baca selengkapnya di Kho Ping Hoo - BKS#13 - Suling Naga Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor Satu

Senin, 27 Juni 2016

Pesawat Kertas

Pesawat Kertas Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1

“Plukk!” pesawat kertas itu jatuh tepat di depannya. “Mana pesawatnya?” ucap Putri. “Emm mana yaa?” jawab Yono. “Siniin dong, plisss!” pinta Putri. “Ya udah deh, nih” ucap Yono sambil memberikan pesawat kertas itu kepada Putri. “Nah gitu dong” ucap Putri manis. Putri pun memainkan pesawat kertasnya kembali.

Putri memang sangat suka dengan pesawat kertas. Entah, menurutnya pesawat kertas adalah hal yang paling menginspirasi dirinya. “Put, kenapa sih main pesawat terus?” tanya Via teman Putri. “Memangnya kenapa?” balas Putri sinis. “Ya gak apa-apa, kamu itu aneh!” ujar Via. Putri segera berhenti memainkan pesawat kertasnya itu. “Aneh kenapa?” ucap Putri tak mengerti. “Liat dong, semua anak main bareng! Tapi kamu? Asik sama dunia pesawatmu sendiri!” gerutu Via kesal. “Tapi? Ini memang aku! Maaf aku gak mau debat sama kamu! Aku lagi puasa” balas Putri sabar. Via hanya diam membatu setelah mendengar ucapan itu dari Putri, dan ia langsung meninggalkan Putri
... baca selengkapnya di Pesawat Kertas Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor Satu

Sabtu, 25 Juni 2016

Eni Kusuma: Belajar adalah Hak Saya!

Eni Kusuma: Belajar adalah Hak Saya! Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1

Profesi sebagai pembantu rumah tangga atau TKW di negeri orang, sering dipandang sebelah mata. Sekalipun, mereka adalah penyumbang devisa negara yang tidak bisa disepelekan jumlahnya. Mereka punya peran untuk keluarga maupun bangsanya, walau penghargaan maupun perlindungan terhadap mereka sangatlah minim. Tak heran jika yang sering kita dengar adalah kisah-kisah pilu tentang tidak berdayanya para TKW ini.

Namun, Eni Kusuma, membalikkan semua pandangan tersebut. Enam tahun menjalani profesi sebagai pembantu rumah tangga di Hong Kong, Eni berhasil pulang dengan membawa sesuatu. Bukan harta yang berlimpah, tetapi sebuah hasil proses pembelajaran yang sangat menakjubkan. Di tengah-tengah kesibukannya sebagai pembantu rumah tangga, ia berhasil mengasah bakat menulisnya dan bergaul dengan komunitas yang lebih luas melalui internet.

Lulusan sebuah SMA di Banyuwangi, Jawa Timur, ini pun aktif di sejumlah mailing list penulisan. Di sana keterampilannya berkembang pesat dan ia mulai bergaul de
... baca selengkapnya di Eni Kusuma: Belajar adalah Hak Saya! Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor Satu

Kamis, 16 Juni 2016

Menjual Sisir Kepada Biksu

Menjual Sisir Kepada Biksu Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1

Pada suatu hari, sebuah perusahaan sisir akan mengadakan ekspansi untuk area pemasaran yang baru. Perusahaan sisir tersebut lalu membuka lowongan pekerjaan. Karyawan baru itu akan ditempatkan di Divisi Marketing. Setelah lowongan dibuka, banyak sekali orang yang mendaftarkan diri untuk mengisinya. Lebih dari 100 orang pelamar datang ke perusahaan itu setiap harinya.

Setelah melalui berbagai proses seleksi yang cukup ketat, terpilihlah tiga kandidat utama. Sebut saja A, B, dan C. Perusahaan lalu melakukan seleksi final dengan memberi tugas kepada tiga orang terpilih. Seleksi finalnya ialah A, B, dan C diminta untuk menjual sisir kepada para biksu ? yang tinggal pada sebuah komplek wihara ? di area pemasaran baru tersebut ? dalam jangka waktu 10 hari. Bagi sebagian orang, tugas ini sangat tidak masuk akal, mengingat biksu-biksu itu berkepala gundul dan tidak pernah memerlukan sisir.

Sepuluh hari pun berlalu, akhirnya tiba saat ketiga pelamar tersebut datang kembali pada perusahaan untuk melaporkan hasil penjualannya.

Pelamar A :

Saya hanya mampu menjual satu sisir. Saya sudah berusaha menawarkan sisir itu kepada para biksu di sana, tetapi mereka malah marah-marah karena saya dikira melecehkan. Tetapi untung, ketika saya berjalan menuruni tangga, ada seorang biksu muda yang mau membeli satu sisir saya. Sisir itu akan ia gunakan untuk menggaru
... baca selengkapnya di Menjual Sisir Kepada Biksu Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor Satu

The Power of Action: Melawan Rintangan, Menaklukan Hambatan (Local Wisdom 6)

The Power of Action: Melawan Rintangan, Menaklukan Hambatan (Local Wisdom 6) Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1

Oleh: Agung Praptapa

Anda menginginkan sesuatu tetapi belum terwujud? Saya yakin banyak dari kita mengalami hal ini. Banyak dari kita menginginkan sesuatu tetapi belum juga didapatkan. Mari kita telusuri mengapa apa yang kita inginkan belum juga kita dapatkan? Tentunya banyak sekali alasan. Tetapi coba kita amati dengan cermat. Ternyata hampir semua yang kita inginkan tersebut belum juga kita dapatkan karena kita hanya “ingin”, tetapi tidak pernah bertindak sama sekali untuk mendapatkan yang kita mau. Think only, talk only, but NO ACTION! Mengapa penyakit NO ACTION ini hinggap dibanyak orang? Mari kita telusuri satu persatu. Terdapat beberapa alasan mengapa orang memilih “no action”. Alasan pertama adalah karena mereka tidak bisa melihat pentingnya dan kemendesakan dari apa yang kita inginkan tersebut. Tidak ada sense of urgency. Kalau realitanya apa yang kita inginkan tersebut memang tidak penting, tidak apa-apa kalau hal tersebut tidak terlaksana. Toh hanya sesuatu yang tidak penting. It’s still all right. Tetapi masalahn
... baca selengkapnya di The Power of Action: Melawan Rintangan, Menaklukan Hambatan (Local Wisdom 6) Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor Satu

Senin, 13 Juni 2016

Manfaat dan Bahaya Past Life Regression

Manfaat dan Bahaya Past Life Regression Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor 1

If the only tool you have is a hammer, you will treat every problem as a nail

Pembaca, dalam artikel sebelumnya saya pernah mengulas mengenai Past Life Regression (PLR) atau Regresi Kehidupan Lampau. Saya kembali menulis mengenai PLR karena baru-baru ini saya mendapat telepon dari seorang kawan yang tinggal di ujung timur Indonesia, Papua. Kawan ini, sebut saja, Rini, bercerita bahwa ia baru menjalani terapi dengan seorang hipnoterapis terkenal di Jakarta dan telah mengalami PLR.

Sampai di sini saya masih tetap asyik mendengarkan kisahnya. Namun, yang membuat saya terhenyak adalah saat ia berkata, “Pak, sekarang saya tahu dulunya saya ini siapa. Waktu saya diregresi ke kehidupan lampau ternyata saya adalah Nyi Roro Kidul, penguasa pantai laut selatan.”

Wah… saya kaget sekali. Ditambah lagi ia berkata bahwa ia sekarang juga tahu siap soulmate-nya. Ternyata soulmate-nya adalah seorang pria, profesinya sebagai guru, yang berusia jauh lebih tua darinya. Dan guru ini sudah menikah. Hati Rini hancur sekali karena tidak bisa merajut kembali hubungan kasih mereka di kehidupan ini. Saat menelepon saya Rini juga melaporkan bahwa kondisi emosinya labil sejak menjalani terapi di Jakarta.

Mengapa saya kaget mendengar cerita Rini?

Karena kisah Rini mengingatkan saya akan kisah seorang kawan yang juga mengalami hal “luar biasa” setelah mengalami
... baca selengkapnya di Manfaat dan Bahaya Past Life Regression Cerita Motivasi dan Inspirasi Nomor Satu

Jumat, 19 Maret 2010


BLACK COCK CEMANI 


Ini adalah sambungan dari postingan sebelumnya Djarum BlackCock Cemani (1) dengan Tag Djarum Black Blog Competition Volume 2.

Sebagaimana disebutkan pada postingan sebelumnya, bahwa ayam cemani ini serba hitam yang sangat identik dengan Djarum Black.


Ayam Cemani merupakan keturunan dari ayam kedu yang dipelihara sebelumnya. "Saya memang hobi memelihara ayam kedu, seperti masyarakat di sini pada umumnya. Tapi dari kedua ekor ayam itu, tahu-tahu muncul dua ekor ayam cemani, serba hitam sampai lidah dan mulutnya, ya langsung kita pisahkan dan dibiakkan," katanya. Kalau dirupiahkan, modal awal Mahmud hanya sekitar Rp 5.000.

Seperti peternak lainnya, motivasi Mahmud memelihara cemani adalah untuk bisnis guna menghidupi keluarganya. "Bayangkan, gaji pensiunan terbatas. Maka, bisnis ayam cemani sangat membantu. Berkat ayam cemani pula, anak kami bisa kuliah di Yogyakarta," kata Mahmud, yang kedua anaknya sudah kuliah di semester terakhir pada sebuah perguruan tinggi di Yogyakarta. Sebelum krisis moneter, Mahmud sering didatangi pembeli. Setiap bulan ia bisa menjual sampai 10 ayam cemani jenis bagus dan biasa. "Setelah krisis ekonomi, bisa menjual dua ekor sebulan saja sudah untung," katanya. Harga ayamnya pernah mencapai Rp 2 juta.

Biaya pemeliharaannya juga tak terlalu besar. Menurut Mahmud, untuk 50 ekor ayam peliharaannya, ia hanya mengeluarkan biaya sekitar Rp 30.000 setiap bulan. "Tapi pada masa krisis sekarang, biayanya meningkat tiga kali lipat," ujarnya.

Selain beternak ayam, Mahmud juga menggarap sawah bersama beberapa tetangganya. Kehidupannya bersama penduduk Beji cukup makmur. Rumah permanen, pesawat televisi, dan berbagai peralatan modern di dapur terlihat nangkring cukup rapi. "Itu semua bisa dibeli berkat ayam cemani," ujar peraih hadiah Prestasi Kencana, pecinta lingkungan bidang peternakan tingkat Jawa Tengah, l99l, itu.

Mahmud menuturkan, ia pernah mendapat surat khusus dari Bupati Jembrana, Bali, pada l986. Sang bupati hendak membeli ayam cemani untuk pengobatan penyakit istrinya. "Saya bangga, ayam-ayam saya berguna bagi orang lain. Apalagi secara tidak langsung, pemeliharaan ayam ini merupakan upaya pelestarian ayam cemani dan ayam kedu," kata bapak yang sudah mulai memutih rambutnya itu.

Bahwa ayam cemani dapat mendatangkan kemakmuran penduduk, diakui Harsono. "Desa kami tak mendapatkan bantuan IDT (Insus Desa Tertinggal), karena terangkat berkat cemani. Anak saya sendiri kuliah dari cemani," katanya. Penduduk Kedu, sejumlah 1.138 kepala keluarga, kebanyakan memelihara ayam cemani. 


Perangkat Desa Kedu itu mengaku, tanah bengkok yang dijadikan jaminan sosial bagi jabatannya kadang belum cukup untuk menghidupi keluarganya. "Kami pelihara cemani, di samping untuk pelestarian, kami jual untuk biaya tambahan," kata ayah enam anak itu.
Itu dibenarkan Agus Prasojo, Kepala Seksi Penyuluhan Dinas Pertanian Temanggung. "Ayam itu sengaja kami programkan untuk dikembangkan menjadi jati diri masyarakat Temanggung," ujarnya. Dan pemerintah merasa diuntungkan dengan meningkatkannya kemakmuran masyarakat.

Menurut Harsono, mahalnya harga ayam cemani itu karena adanya kesepakatan antara pembeli dan penjual. Kadang, pemilik cemani akan melihat siapa pembelinya, dan untuk apa.
Jika pembeli menginginkan syarat tertentu, misalnya meminta cengger ayam harus besar berbentuk pilah, atau kakinya harus cacat, atau syarat lainnya, maka ayam yang memenuhi syarat itu harganya bisa mencapai Rp 3 juta.
Tapi yang biasa-biasa saja, hanya sekitar Rp 400.000. Pembeli yang datang ternyata tak hanya dari Indonesia, melainkan juga dari mancanegara, misalnya Jepang, Jerman, dan Belanda.
Meski kebanyakan ayam cemani digunakan untuk hal-hal ritual dan pengobatan, masyarakat peternak cemani tak memandang ayamnya istimewa. "Kami memberinya kandang khusus bukan untuk tujuan magis. Sekadar untuk menjaga keamanan dan kesehatan ayam, karena harganya mahal," ujar Harsono.

Peternak sukses lainnya adalah Istono Rahayu, 51 tahun. Seperti halnya Mahmud dan Harsono, Istono beternak ayam cemani untuk bisnis. "Pekerjaan tiap hari saya ya bergelut dengan cemani dan perkutut di rumah ini, yang lain tidak ada," katanya.

Penataan kandang-kandang ayam cemani milik Istono Rahayu, di halaman rumah seluas 200 meter persegi, tampak lebih rapi dan tertata apik. Sebagai peneduh, ia menanam pohon-pohon salak pondoh. "Karena ayam-ayam itu menghidupi keluarga kami, ya kami perlakukan seperti raja. Kami buatkan Istono," kata bapak yang sanggup menyekolahkan kedua anaknya hingga tingkat universitas itu.

Menurut Istono, biasanya pada bulan Rajab, Ruwah, dan Muharam, banyak pembeli yang datang. Mereka membeli ayam cemani untuk upacara ritual. "Lima tahun lalu, saat menjelang Sidang Umum MPR di Jakarta, banyak permintaan," kata Istono.

Kabarnya, sekarang ini pun banyak pesanan dari Jakarta. Konon untuk keperluan Sidang Umum MPR. Ada yang memesan lima ekor ayam cemani yang bagus. "Entah diapakan ayam cemani itu, kok bisa dikaitkan dengan keamanan Sidang Umum MPR atau keberhasilan pejabat tertentu. Yang saya tahu hanya bagaimana memelihara dan menjualnya dengan harga mahal," ujar Istono sembari tertawa.

Krisis ekonomi saat ini membuat para peternak prihatin. Harga pakan ternak, terutama jagung, terus melonjak. Untuk menyiasatinya, Istono memberikan banyak makanan beras hitam sebagai pengganti jagung yang sesekali diberikan.

Agar pembeli tak terkecoh, Istono menjelaskan ciri-ciri khusus ayam cemani yang hitam total. Hanya darahnya yang merah tua. Tak ada darah yang hitam. "Penjual biasanya mencabut bulu, dan memerasnya. Di ujung bulu akan keluar cairan hitam. Itu bukan darah, melainkan pigmen bulu yang hitam. Maka pembeli jangan mau dibohongi, tak ada darah hitam di ayam cemani. Mungkin satu di antara seribu," ujarnya.

Menurut Karkono Partokusumo Kamajaya, pemerhati sastra Jawa, pemakaian ayam cemani untuk upacara-upacara ritual itu hanya untuk perlambang. Orang Jawa memang merasa tak lengkap kalau tak ada perlambang itu. "Tapi saya tak perlu menangisi andaikan penggunaan ayam cemani dihilangkan dari hal-hal yang sifatnya magis itu. Bukankah itu adat yang dibuat manusia?" 
http://bimatimur.blogspot.com/2010/01/black-cock-cemani-2.html